Rantau

Menjadi anak perempuan pertama tidak menjadikan saya menanggung beban berat, begitulah awal yang saya rasakan. Sejak saya lahir hingga lulus kuliah, saya tetap menjadi anak emas yang sangat jarang dibebani pekerjaan rumah. Bagaimana tidak, sampai saya berusia 20 tahun tugas wajib saya hanyalah menyapu lantai. Dengan ukuran rumah sederhana, tentu pekerjaan ini tidak menjadi tugas berat. Mamak saya bahkan memaklumi, dengan pembelaan jika anak yang lebih menonjol dibidang akademis memang kebanyakan tidak rajin dalam melakukan pekerjaan rumah. Ah, mungkin ini hanya cara mamak saya menenangkan hati beliau sendiri.


Agustus 2018 saya resmi menyandang gelar S.Pd. Secara hasil akademis saya merasa cukup. Secara kemasyarakatan, saya juga tidak merasa kurang (suatu saat akan saya ceritakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang pernah saya ikuti). Tapi, mengatur rumah? Saya merasa sangat zonk. Memasak, menyapu, mencuci, belanja, ah saya benar-benar tidak terbiasa. Lalu terlintas do'a saya "Ya Rabb, berikan jalan bagi saya agar menjadi anak rajin." Rajin dalam mengatur urusan rumah tangga maksud saya hehehe..

Ternyata, Allah mengabulkan do'a saya dengan sangat cepat. September 2018 jalan takdir menggariskan agar saya merantau. Rantau, merantau, perantauan, kata-kata yang tidak pernah tergambar sebelumnya. Qadarullah, ada saudara yang tinggal di Batam mengabarkan bahwa peluang kerja disana sangat banyak. Baik perusahaan, sekolah, dan lain-lain sangat tersedia. Dan entah bagaimana caranya, sudah terprint tiket untuk berangkat ke Batam.

Image result for welcome to batam

Awal Oktober 2018 saya sudah berada di Batam. Tinggal bersama tante yang membagi-bagikan pekerjaan ke seluruh anggota keluarga menjadikan saya mau tidak mau melakukan pekerjaan itu. Walupun jujur, bulan-bulan pertama badan saya pegal-pegal. Banyak lebam di tubuh. Memang lemah! hehe


Karena beberapa sebab, di bulan Juni 2019 saya memutuskan untuk mengontrak rumah. Tinggal sendiri, dengan semangat untuk melakukan pekerjaan rumah sendiri, menjadikan proses dan niat awal saya berjalan mulus. Alhamdulillah tetap semangat, semoga saat menjadi ibu rumah tangga nanti saya sudah benar-benar siap. Hehehe :)

Comments